Selasa, 04 Juni 2013

AKHLAK TASAWUF

AKHLAK TASAWUF
OLEH : DRS. H. A. MUSTOFA

Disusun Untuk Memenuhi Tugas semester
Mata Kuliyah akhlak tasawuf
T.A 2012/2013


Disusun Oleh : Siti Maimunah

Dosen Pembimbing:  Miswar Rasdyid Rangkuti








PROGRAM STUDI MANAJEMEN PEDNIDIKAN ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH
IAIN SUMATERA UTARA
MEDAN
2012

KATA PENGANTAR


    Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan nikmat dan hidayahnya. Salawat dan salam semoga terturahkan  ke Nabi  Muhammad SAW sebagai rasul rahmatan lilalamin bagi seluruh ummat.
    Penulis dalam  ini, mengucapkan banyak terimakasih kepada dosen mata kuliyah Akhlak Tasawuf  yang  telah  sudi  membimbing dan membina dalam kegiatan akademika kampus. Dan dengan tugas  semester  ini Penulis harapkan akan menambah nilai akademik penulis dan mengembangkan potensi diri. Tugas  ini telah dicoba untuk sesuai dengan penulisan karya tulis ilmiah yaitu pedoman yang  resmi dalam penulisan karya tulis, namun terkadang masih banyak yang harus diperbaikai semoga dengan  ini mampu menambah  khasanah ilmu dan pengetahuan penulis.
    Penulis sangat berharap kepada pembaca supaya memberikan kritik dan saran yang bersifat membangun. Dan terutama peningkatan nilai  akademis kepada semua pembaya dan khususnya bagi penulis sendiri.












PENGERTIAN  AKHLAK

    Kata Akhlak berasal dari bahasa Arab jamak dari khulukun yang menurut bahasa Budi Pekerti, Perangai , Tingkah Laku atau Tabiat. Perumusan pengertian Akhlak ini timbul sebagai media yang memungkinkan adanya hubungan baik antara khaliq dengan makhluk.
    Iman  AL  Ghazali mengemukakan defenisi Akhlak sebagai berikut :

   
Artinya : “Akhlak adalah suatu sifat yang tertanam dalam jiwa yang daripadanya timbul perbuatan – perbuatan dengan mudah, dengan tidak memerlukan pertimbangan, pikiran lebih dahulu”
    Prof. KH. Farid Ma’ruf membuat kesimpulan tentang Akhlak  yaitu Kehendak jiwa manusia yang menimbulkan perbuatan dengan mudah karena kebiasaan, tanpa memerlukan pertimbangan pikiran terlebih dahulu. Ada juga yang disebut dengan Etika yang hampir sama dengan Akhlak, yang mana pengertian Etika  menurut Filsafat adalah  Ilmu yang menyelidiki mana yang baik mana yang buruk dengan memperhatikan amal perbuatan manuasia sejauh mana yang diketahui oleh pikiran.
    Dan adapun Tujuan dari  Etika menurut  pandangan Falsafah manusia adalah mendapat ideal yang sama bagi seluruh manusia disetiap waktu dan tempat tentang ukuran tingkah laku yang baik dan buruk sejauh yang dapat diketahui oleh akal pikiran manusia. Dan ada Nilai-nilai Spiritual, yang dimaksudkan adalah ajaran Agama yang berwujud perintah, larangan dan anjuran, yang semuanya berfungsi untuk membina kepribadian manusia dalam kaitanya sebagai hamba Allah  dan sebagai aggota yang bermasyarakat.
    Menurut Imam  Al- Ghozali ada empat macam tingkatan keburukan  Akhlak yaitu :
1.    Keburukan Akhlak yang timbul karena ketidaksanggupan  seseorang mengendalikan Nafsunya.
2.     Perbuatan yang diketahui keburukannya, karena ia tidak bisa meninggalkanya karena nafsunya sudah menguasai dirinya.
3.    Keburukan yang dilakukan seseorang  karena perbuatan baik sudah kabur dari dirinya dan perbuatan buruk lah yang dianggapnya baik.
4.    Perbuatan buruk yang bisa membahayakan  masyarakat, tetapi tidak ada kesadaran bagi pelakunya sedikitpun.

Akhlak juga berhubungan dengan Ilmu-ilmu lain seperti :

      Pisikologi, dimana ilmu pisikologi  mempelajari ilmu jiwa,  dan Akhlak  akan mempersoalkan apakah jiwa mereka  tersebut jiwa yang baik ataupun jiwa yang buruk, dengan itu jelaslah bahwa Akhlak berhubungan dengan pisikologi ataupun ilmu jiwa.
     Sosiologi, atau masyrakat, dimana Manusia tidak dapat hidup tanpa bermasyarakat , dan  dengan Akhlak akan membantu dalam memberi pengertian  dari perbuatan manusia  dan cara menentukan hukum yang baik dan buruk, dan benar atau salah.
     Ilmu Hukum, yaitu mengatakan  jangan Mencuri, Membunuh,, sedangkan Akhlak bersamaan dengan ilmu hukum  didalam mencegah pencurian dan pembunuhan dan Ilmu hukum dapat menjaga hak milik manusia dan mencegah orang akan melanggarnya,dan Akhlak lah yang memerintahkanya untuk kebaikan.
     Iman, Akhlak yang baik haruslah berpijak pada keimanan, yang mana harus diperaktekan langsung dalam perbuatan yang nyata berupa amal saleh atau tingkah laku yang baik. Sebagaimana sabda rasulullah Saw :

Adapun Manfaat , Faedah, Hikmah  mempelajari ilmu Akhlak yaitu :
     Mendapatkan tempat yang baik didalam masyarakat
     Akan disenangi orang dalam pergaulan
     Orang yang bertakwa dan berAkhlak akan mudah mendapat keluhuran
     Orang yang berakhlak dapat memperoleh irsyad,taufik dan hidayah
     Meningkatkan derajat manusia
     Menuntut kepada kebaikan
     Keutamaan pokok dalam keluarga
     Membina kerukunan antar tetangga
     Untuk mensukseskan pembangunan bangsa dan negara

GARIS BESAR PEMIKIRAN AKHLAK

    Tiap-tiap bentuk perhubungan manusia itu dekat kepadanya dan  beroleh sinar cahayanya,maka ia lebih dekat kepada kesempurnaan, Untuk menghajatkan kepada latihan jiwa dan akal, Oleh karena itu tidak akan mengetahui keutamaan di dalam bentuknya yang baik kecuali orang yang ahli fikir  (Ahli filsafat).
    Agama nasrani mengharapkan kepada manusia supaya usaha dengan sungguh-sungguh untuk mensucikan dengan dirinya, baik pikiran maupun perbuatanya. Dan Agama itu menjadikan ruh, sesuatu kekuasaan penuh mengenai badan dan keinginan ( syahwat), Oleh karena itu kebanyakan pengukit ini suka mengabaikan badanya, menyingkirkan dunia yang fana, dan suka kepada zuhud, ibadah dan menyendiri.
    Akhlak dalam priode Arab  atau setelah datang agama islam, ada ajakan agar orang-orang percaya bahwa Allah  sebagai sumber segala sesuatu di seluruh alam, dan segala apa yang ada didunia ini, dari gejala yang bermacam-macam dan makhluk yang beraneka warna, biji yang ada dibumi sampai ke langit yang bertingkat, semuanya datang dari Tuhan, dan dengan kekuasaan Tuhan, dan alam dapat berdiri dengan teratur.  Dan Sebagaimana surat An- Nahl ayat 97 :


Artinya “ Barang siapa yang mengerjakan amal saleh , baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman , maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih dari apa yang telah mereka kerjakan”.
    Adapun dasar Etika Khan adalah akal pikiran, dan yang terpenting ialah kemauan, dan mengandalkan akal untuk mencapai sesuatu, dan mendasarkan rasa kewajiban untuk terwujudnya perbuatan. Dan segala sesuatu didunia ini menuju kepada suatu tujuan tertentu dan akal pikiranlah menjadi wasilah bagi manusia untuk mencapai tujuan kesempurnaan,maka manusia harus melakukan kewajibanya dengan berpedoman kepada akal, dan Akhlak lah yang menjadi pedoman hidupnya.dan seolah-olah naluri itulah jalan lurus.
    Insting menurut James adalah suatu alat yang dapat menimbulkan perbuatan dengan berpikir lebih dahulu dan tidak didahului latihan perbuatan. Adapun macam-macam Insting yaitu : Insting menjaga diri sendiri, Insting menjaga lawan jenis, Insting merasa takut,.
    Dan kita tidak mewarisi pembawaan dari orang tua kita insting-insting yang tumbuh dan sifat-sifat yang matang,akan tetapi kita mewarisi dari mereka sebagai persediaan saja,  Dan lingkungan manusia adalah apa yang melingkunginya dari negeri, lautan, sungai, udara, dan bangsa.lingungan ada dua yaitu :
1.    Lingkungan Alam
2.    Lingkungan pergaulan  yaitu alam tidak tetap atau meningkat kecuali dengan mempergunakan pikiranya dalam keadaan dikanan kirinya dan mengambil faedah dari lingkungan yang berbeda disekitarnya. Manusia apabila tumbuh dilingkungan yang baik dan benar dengan akhlak yang terpuji dia akan menjadi orang yang baik begitu juga sebaliknya.
Kehendak adalah kekuatan dari beberapa kekuatan, dan adapun obat kehendak  adalah bila kehendak kita lemah, dapat dierkuat dengan latihan, dan jangan membiarkan kehendak kita lemah, dan apabila kehendak kita kuat tetapi penyakitnya mengarah kepada dosa, maka obatilah dengan memperkenalkan jiwa  kepada jalan-jalan yang baik.  Dan lingkungan pendidikan  sangat mempengaruhi jiwa terutama anak kecil.
HAK, KEWAJIBAN DAN KEUTAMAAN
    Hak adalah sesuatu yang diterima setelah manusia diberatkan atas kewajiban, ada beberapa macam hak pada manusia seperti :
     Hak hidup, yaitu hak yang suci tanpa bisa diberikan untuk keperluan sesuatu yang lain
     Hak kemerdekaan, yaitu bahwa manusia  itu berhak berbuat sesuai kehendaknya asal tidak melanggar dari aturan dan tidak mengurangi hak orang lain.
     Hak memiliki, yaitu bahwa alat-alat tidak mencukupi setiap keinginan manusia sehingga berebut untuk mencapainya dan menghendaki untuk memilikinya
     Hak mendidik, sebagai manusia mempunyai hak pendidikan karena pendidikan adalah alat untuk mencapai kemerdekaan dan untuk hidup yang tinggi
     Hak wanita, selain kewajibanya wanita juga memiliki hak-hak walaupun tidak sama dengan hak laki-laki
Kewajiban adalah sesuatu tindakan yang dilakukan bagi setiap manusia dalam memenuhi hubungansebagai makhluk ,baik pribadi,masyarakat, dan sebagai makhluk kepada Tuhan. Dan tidak ada keutamaan kecuali pengetahuan atau ilmu,sebagaimana pengetahuan itu ialah shahwat kepada hukum akal.
SUMBER DAN CIRI-CIRI AKHLAK ISLAM
    Akhlak islam merupakan sistem moral atau akhlakyang berdasarkan islam, yang berdasarkan aqidah yang diwahyukan Allah pada nabi atau rasulnya yang kemudian disampaikan kepada ummatnya. Dan dasar pokok Akhlak Islam adalah Al Qur’an dan Al Hadis.Hubungan manusia dengan Allah adalah hubungan manusia dengan Khaliknya dan kebahagiaan manusia di dunia dan di akhirat tergantung pada izin dan Ridho Allah, Untuk itu Allah memberikan ketentuan-ketentuan agar manusia bisa mencapainya, Dan kewajiban manusia kepada Allah berdasarkan Hadis ada dua yaitu mentauhidkaNya atau Iman dan beribadat kepadanya atau amal saleh.
    Kita harus berakhlak mulia terhadap sesuatu apapun terutama kedua orang tua kita, kita harus berbuat baik kepada keduanya, berhati halus dan mulia kepada keduanya, dan berkata lemah lembut kepada keduanya, dan merawat keduanya dengan baik jikalau mereka sudah tua. Selain itu kita juga harus berakhlak mulia terhadap sesama masyarakat baik dalam tata cara berbicara, tata cara dalam majelis dan tata cara salam.
    Akhlak terbagi dua yaitu Akhlak  mahmudah dan mazmudah. Akhlak mahmudah adalah segala macam sifat dan tingkah laku yang terpuji sedangkan mazmudah adalah segala perbuatan atau tingkah laku yang tercela. Dikalangan ahli tasawuf ada sistem pembinaan mental dengan istilah Takhalli yaitu mengosongkan atau membersihkan jiwa dari sifat-sifat tercela yang mengotori jiwa, dan Tahalli yaitu mengisi jiwa yang kosong tdai dengan sifat-sifat terpuji, dan Tajalli yaitu tingkat kesempurnaan sehingga di peroleh pancaran Nur Ilahi.



TASAWUF
Attasawuf artinya menjadi berbulu banyak atau sufi yang ciri khas pakaianya yang selalu terbuat dari bulu domba.Menurut Syakh Muhammad al Kurdy tsawuf yaitu :



Artinya :” Tasawuf adalah suatu ilmu yang denganya dapat diketahui hal ihwal kebaikan dan keburukan jiwa, cara membersihkanya dari sifat-sifat yang buruk dan mengisinya dengan sifat-sifat terpuji, cara melakukan suluk, melangkah keridhoan Allah dan meninggalkan laranganya menuju kepada perintahnya.
Tasawuf menurut  As Suhrawardy yaitu :

Artinya : “ Tasawuf adalah mencari hakikat dan meninggalkan sesuatu yang ada di tangan makhluk atau kesenangan dunia.
Adapun Esensi Tasawuf ialah mencontoh prilaku rasul, Tasawuf dalam islam beresensi pada hidup menjauhi kemewahan dunia dalam bentuk tasawuf amali kemudian tasawuf falsafi. Tasawuf adalah suatu kehidupan rohani yang merupakan fitrah manusia dengan tujuan mencapai hakikat yang tinggi menjadi sedekat mungkin dengan Allah SWT dengan mensucikan jiwanya dengan menjauhi semua sifat tercela. Oleh karena itu Tasawuf adalah jalan spiritual dan merupakan dimensi batin.

MUNCUL DAN BERKEMBANGNYA TASAWUF
1.    Perkembangan Tasawuf pada masa sahabat
     Abu Bakar As Siddiq
     Umar bin Khottob
     Usman bin Affan
     Ali bin Abi Thalib
     Salman Al Farizy
     Abu Zar Al Ghifary
     Ammar bin Yasir
     Huzaidah bin Al Yaman
     Niqhad bin Aswad
2.    Perkembangan Tasawuf pada masa Tabi’in
     Al Hasan Al Basry, Dia mengatakan kita harus meninggalkan kenikmatan dunia karena itu merupakan hijab tau penghalang dari keridhoan Allah SWT
     Rabi’ah Al Adawiyah, Dia mengatakan saya tidak akan menyembah Allah karena takut kepada nerakaNya, dan tidak pula tamak untuk mendapatkan surga, karena hal itu akan menjadikan saya seperti pencari imbalan yang berakhlak buruk , dan ketahuilah bahwa saya menyembahNya karena cinta dan rindu kepadaNya.
     Sufyan bin Said Ats Tsaury, Dia mengatakan orang yang takut kepada Allah tidak akan khawatir apapun yang akan menimpanya, dan seorang sufi harus berusaha sendiri untuk hidupnya dan tidak boleh memberatkan orang lain  termasuk mengemis makanan dan minuman.
     Daudh Ath Thaiy, Dia melakukan Zuhud dengan mengurangi makananya serta menjauhkan dirinya dari pakaian yang bagus
     Syaqieq Al Balkhy, Dalam kehidupanya seorang sufi ia sangat menghargai waktu uintuk diisinya dengan ibadah kepada Allah
3.    Perkembangan Tasawuf  setelah Tabi’in
Ahli Tasawuf membagi ajaran tasawuf dalam tiga macam yaitu : Tasawuf yang berisikan iilmu jiwa, Tasawuf yang berintikan Akhlak, Tasawuf yang berintikan metafisika yang melukiskan hakikat ilahi. Tokoh- tokohnya adalah :
     Abu Sulaiman, Ia dikenal sebagai ulama sufi yang  menguasai ilmu hakekat dan sikap yang wara’ serta rela menerima cobaan yang sering menimpa dirinya.
     Ahmad bin Al hawary, Dia sebagai Psikologi dan Ilmu Akhlak
     Abu Faidh Dzun Nun bin Ibrahim Al Mishry, Dia memperkenal;kan Istilah maqam atau tingkatan kejiwaan dalam ilmu bTasawuf.
     Abu Yazid Al Busthamy, Ajaran Tasawufnya terkandung falsafah hulul dan ittihad yang kadang-kadang diungkapkanya dalam cerita-cerita yang mengandung ibarat, misalnya ular tak dapat dilihat zatnya karena ia terbungkus dalam kulitnya,apabila ular itu terpisah dari kulitnya barulah nampak wujud ular sebenarnya
     Junaid Al Baghdady, Dia mengatakan engakau jangan lupa melihat kesalahan hatimu, sebab itu sama lupa kepada Tuhan dan jika lupa kepada tuhan itu lebih menakutkan daripada masuk kedalam neraka.
     Al Hallaj, Dalam ajaranya lahir pernyataan Anal Haq artinya saya adalah Tuhan yang banyak ditantang oleh para ahli Tasawuf sehingga ia duhukum mati.
4.    Pada abad keempat Hijriyah  ada perbedaan ilmu dzohir dan ilmu bathin yang dapat dibagi oleh ahli tasawuf menjadi empat yaitu :Ilmu Syari’ah, Ilmu Tariqah, Ilmu Haqiqah, dan Ilmu Ma’rifah
5.    Pada abad keenam ,ketujuh, kedelapan hijriyah
     Syihabuddin Abul Futu As Suhrawardy, Dia mengatakan segala ma;rifat adalah ilham,dan untuk mencapainya maka manusia harus memeperkuat bhatinnya dengan cara mempersedikit makan dan memperbanyak bangun malam.
     Al Ghaznawy, Dia penganut ajaran wahdatul wujud yaitu penyatuan wujud hamba dengan Tuhan, Dia mengajarkan Taswufnya dengan melakukan zikir dengan cara menggoyang-goyangkan dirinya dan bahkan dengan cara menari-nari
     Umar ibn Faridh, Dia mengatakan bahwa cinta lah yang membakar jiwanya sehingga ia selalu ittishal atau berhubungan dan ittihad atau bersatu dengan Tuhanya untuk mencapai tujuan dalam Tasawuf
     Ibn sabi’in, Dia mengatakan mengapa Muhmamad bi abdillah mengatakan tidak ada lagi nabi sesudahnya dan orang-orang yang bertawaf di sekeliling ka’bah seperti kedelai yang berputar-putar,dan ahirnya ia bunuh diri dari penghinaan yang menimpanya
     Jalaluddin ar Rumy, Dia mengatakan dalam masalah ikhtiar manusia dilahirkan didunia untuk berjuang dan bekerja keras dalam mencari kehidupan dunia
     Ibn  Taimiyah, dia sama fungsinya seperti Imam Ghozali yang mengajarkan Tasawuf berdasarkan unsur-unsur filsafat


6.    Pada abad kesembilan, kesepuluh hijriyah dan sesudahnya
Di abad ini banyak ahli tasawuf yang runtuh ,tetapi bukan sama sekali bahwa ajaran tasawuf ini hilang diatas bumi islam karena masih ada ahli tasawuf yang mengarang kitab-kitab antara lain :
     Abdul wahhab Asy Sya rany
     Abdul abbas ahmad bin muhammad bin mukhtar
     Sidi muhammad bin Ali As sanusy
     Asy syekh muhammad amin al kurdy


MAHABBAH
Mahabbah artinya cinta, maksudnya ialah cinta kepada Tuhan. Dalam ajaran tasawuf Mahabbah dikaitkan kepada seorang sufi  wanita bernama rabiah Al Adwiyah yang mana mahabbah itu adalah menekankan perasaan cinta kepada Tuhan dengan cara melakukan peribadatan dan meninggalkan kesenangan duniawi.Rabiah ini adalah seorang mistik yang terkemuka yang mengajarkan kasih sayang terhadap Tuhan tanpa pamrih, ia mengatakan Aku mengabdi  kepada Tuhan  tidak untu mendapatkan pahala apapun, jangan takut kepada neraka dan jangan mendambakan surga, aku menjadi abdi yang tidak baik jika pengabdianku mengharapkan keuntungan materi. Aku berkewajiban mengabdiNya hanya untuk kasih sayangNya saja.

MA’RIFAT
    Istilah ma’rifat berasal dari kata Al Ma’rifat yang artinya mengetahui atau mengenal sesuatu, yang didalam pengamalan tasawuf Ma’rifat adalah mengenal Allah ketika sufi mencapai suatu maqam dalam tasawuf. Menurut Dr Mustofa Zahri Tasawuf yaitu :


Artinya : Ma’rifat adalah ketetapan hati (dalam mempercayai hadirnya )wujud yang wajib adanya (Allah) yang menggambarkan segala kesempurnaanya.
    Adapun tingkatan Ma’rifat yaitu sikap wara’ selalu ada pada dirinya, tidak memutuskan sesuatu yang berdasarkan fakta dan tidak menginginkan nikmat Allah yang ada pada dirinya. Dan ketika sudah mencapai tingkatan ma’rifat  ulama melukiskannya bagaikan ia berada dimuka cermin,bagaikan sifat air didalam gelas dan kekaguman dan keheranan ketika sufi bertemu dengan Tuhannya. Dan adapun jalan menuju ma’rifat  yaitu :
     Qalb, fungsinya untuk mengetahui sifat Tuhan
     Ruh, fungsinya untuk dapat mencintai Tuhan
     Sir, fungsinya untuk dapat melihat Tuhan
Tokoh dalam ma’rifat ini adalah  Al Ghozali,ia mengatakan ma’rifat ialah ia memandang pada wajah Allah SWT, sedangkan ma’rifat dan mahabbah menurut Al Ghozali adalah tingkatan palin g tinggi bagi seorang sufi, dan ma’rifat lebih baik kualitasnya daripada pengetahuan akal.
FANA DAN BAQA’
Fana artinya hilang atau hancur,sedangkan baqo’ artinya tetap atau terus hidup, dan untuk mencapai ma’rifat seorang sufi harus bisa menghancurkan diri terlebih dahulu dan proses penghancuran ini dalam tasawuf disebut fana yang diiringi dengan baqa’ yaitu menghilangkan sifat-sifat keburukan atau tercela dan keduniaan dan mengisinya dengan sifa-sifat terpuiji.
    Proses penghancuran diri lewat fana yang dicari adalah al dana an nafs maka hancurlah perasaan tentang adanya tubuh kasar manusia. Tokoh sufi yang memunculkan fana dan baqo’ini yang pertama adalah Abu yazid Al Bustamilah, Ia mengatakan “ Ia membuat aku gila pada diriku sehingga aku mati, kemudian ia membuat aku gila padanya dan akupun hidup, ,,aku berkata gila pada diriku adalah kehancuran dan gila pada dirimu adalah kelanjutan hidup.ini ditujukannya pada Allah SWT.
Dan adapun hadis haritsah yang mengatakan Jiwaku berzuhud dari dunia, sehingga seolaah-olah aku melihat Arzy Tuhanku dengan mata kepalaku, fana dunia dengan akhirat dan dari makhluk dengan Tuhannya.


ITTIHAD DAN HULUL
Ittihad artinya bahwa tingkatan tasawuf seorang sufi  sudah merasa dirinya bersatu dengan Tuhan yang mana yang mencintai dan dicintai telah menjadi satu, yang kemudian salah satu dari mereka bisa memanggil yang satu lagi dengan perkataan Hai aku.
Abu Nasr Al Tusi didalam bukunya AL LUMA mengatakan hulul ialah paham yang mengatakan bahwa Tuhan memilih tubuh-tubuh manusia tertentu untuk mengambil tempat didalamnya, setelah sifat-sifat kemanusiaan yang ada didalam tubuh itu dilenyapkan. Dan Abu yazid telah mengetahui proses pendekatan diri kepada Allah melalui fana ia meninggalkan dirinya kehadirat Tuhan dan keberadaanya apa benar dekat  atau belum kepada Tuhan melalui   SYATAHAT Yaitu ucapan-ucapan yang dikeluarkan oleh seorang sufi  seperti “Aku tidak heran melihat cintaku padamu karena aku hanyalah hamba yang hina, tetapi aku heran melihat cintaMu padaku karena engkaulah raja maha kuasa”

WAHDATUL WUJUD DAN INSAN KAMIL
Wahdatul al wujud adalah kesatuan wujud dan setiap yang berwujud itu terdapat sifta ketuhanan (haq) dan kemakhlikan (khaliq) dan untuk dapat mencapai insan kamil, seseorang lebih senang dengna menempuh cara hidup sebagai seorang sufi  yang lebih menonjolkan kerohanian dalam kehidupannya  dan senantiasa diukur dengan Al Qur’an dan sunnah nabi saw.
Seperti  Hasan Al Basri dalam menyempurnakan hidup sufinya didasarkan pada rasa takut dan harapan, dan seperti Rabiah  Ad Dawiah yang merupakan kelanjutan dari tingkatan kehidupan zuhud yang dikembangkan oleh hasan basri  yaitu cinta yang murni itu lebih tinggi daripada takut dan pengharapan.
Tokoh sufi dalam wahdatul wujud dan insan kamil ini adalah Muhy Al Qin Ibn Arabi, Menurut pemikiran tasawufnya  yaitu bahwa Tuhan ingin melihat diriNya dari luar diriNyamaka dijadikan Nya Alam, dan Alam merupakan cermin bagi Tuhan.
       


TARIQAT
Tariqat berasal dari kata At Tariq atau jalan menuju kepada hakekat, atau dengan kata lain pengamalan syari’atyang disebut Al Jara’ atau Al Amal, dan Tariqat mempunyai dua arti pengertian yaitu :
     Tariqat yaitu sebagai pendidikan kerohanian yang dilakukan oleh orang-orang yang ingin menempuh kehidupan tasawuf untuk mencapai suatu tingkatan kerohanian yang disebut maqomat dan Al Ahwal
     Tariqat yaitu suatu yang didirikan untuk perkumpulan yang dibuat oleh seorang syekh yang menganut suatu aliran tariqat tertentu yang kemudian diaamalkan bersama dengan murid-muridnya

Adapun tingkatan maqam menurut Abu Nashr As Sarraj  yaitu taubat, pemeliharaan diri dari perbuatan yang haram, yang makruh dan yang subhat, meninggalkan kesenangan dunia, memfakirkan diri, sabar, tawakkal dan kerelaan
Dan tingkatan hal (al ahwal) menurut Abu Nashr As Sarraj yaitu :pengawasan diri, kedekatan diri, cinta, takut, harapan, kerinduan, senang mendekat kepada perintah Allah, ketenangan jiwa, perenungan dan kepastian.
Istlah-istilah tariqat :
     Syari’at yaitu peraturan yang berupa amalan-amalan
     Hakikat yaitu asal sesuatu yang menyangkut batin
     Ma’rifat yaitu tingkatan sampai berada kepada hadirat ilahi
     Tariqat yaitu jalan atau cara yang ditempuh menuju keridhoan Allah
     Suluk yaitu menempuh perjalanan untuk sampai kepada tariqat
     Manazil yaitu tempat yang dilalui salik yang melaksanakan suluk seperti Masyahid, Maqamat,  dan Kasbiyah
     Zawiyah yaitu suatu raung tempat mendidik calon-calon sufi
     Illa Zikr nafi isbat yaitu tingkatan yang diberikan tariqat  yaitu tiada Tuhan selain Allah,tiada ma’bud melainkan Allah dan tiada maujud melainkan Allah,
     As Sukr yaitu seorang yang tidak sadar lagi akan dirinya
     Al fana yaitu lupa segala sesuatu ketika beribadah kecuali yang disembahnya
     Uslah yaitu praktek suluk dengan mengasingkan diri
     Khalwat yaitu suatu rangkaian dalam suluk dengan jalan menyendiri di tempat yang sunyi atau bertapa
     Silsilah yaitu hubungan guru-guru tarikat yang bersambung-sambung
     Wali yaitu seseorang yang telah mencapai tingka kesucian


Peristilahan yang terdapat dalam tarekat yang bersifat perkumpulan yaitu
     Syekh atau mursyid yaitu guru tarekat
     Khalifah yaitu wakil syekh atua mursyid
     Murid yaitu pengikut ajaran suatu tarekat
     Baiat yaitu sumpah setia murid kepada gurunya
     Wasilah atau rabith yaitu perantara guru dengan muridnya
     Suluk yaitu mengamalkan ajaran-ajaran suatu maqam yang diterima dari gurunya
     Ijazah yaitu sebuah pengakuan guru kepada muridnya

Macam –macam tarekat dan pendirinya :
     Tarikat qadariyah yang didirikan oleh Asy syekh Abdul Qadir Jailani
     Tarikat rifa’iyah didirikan oleh Asy Syekh Ahmad Rifa’i
     Tarikat maulawiyah didirikan oleh Asy Syekh Maulana Jalaluddin Ar Rumi
     Tarikat Syaziliyah didirikan oleh Asy Syekh Abul Hasan Ali bin Abdil Jabbar Asy Syazali
     Tarikat badawiyah didirikan oleh Asy Syekh Ahmad AL Badawi
     Tarikat as suhrawardiyah didirikan oleh Asy Syekh Umar as suhrawardi
     Tarikat naqsabandiyyah didirikan oleh Asy Syhalah bahauddin muhammad bin hasan
     Tarikat syattariyah didirikan oleh Asy Syekh Abdullah Asy Syattari
     Tarikat khalwatiyyah didirikan oleh Asy Syekh Abdul Barakat Ayyub bin muhammad al khalwati al qursisyi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar